Monday, November 18, 2019

Festival Slamet Riyadi 2019 di Benteng Vastenburg Solo



Yayasan Keluarga Besar Eks Tentara Pelajar Pejuang Kemerdekaan SA/CSA bersama Sinergi Event menyiapkan Festival Slamet Riyadi 2019 di Benteng Vastenburg Solo mulai dari 14 November 2019 hingga 17 November 2019. Festival Slamet Riyadi 2019 ini buka dari jam 10.00 – 22.00.
Kita bisa menikmati pameran tema Perjuangan Pahlawan, bazar kuliner, sarasehan, dan The Color Run 2019. Selain itu ada juga perlombaan meriah yang membuat Festival Slamet Riyadi 2019 semakin seru mulai dari Lomba Baris-berbaris (untuk Pramuka Penegak), Kolone Tongkat (untuk Pramuka Penggalang), Festival Band Pelajar (SMA/SMK), Lomba Mendongeng (untuk GudepTer/Kelurahan), Lomba Mewarnai & Menggambar (untuk TK & SD) dan Gelar Tari Kreasi.

Menarik sekali Festival Slamet Riyadi 2019 spesial untuk menyambut Hari Pahlawan dan juga mengenang kepahlawanan Brigjend Slamet Riyadi. Selain itu Festival Slamet Riyadi 2019 spesial dari Yayasan Keluarga Besar Eks Tentara Pelajar Pejuang Kemerdekaan SA/CSA bersama Sinergi Event ingin memberikan pesan kepada sobat semua tentang semangat perjuangan dan intinya ingin mengingatkan kembali semangat patriotisme. Jadi ingat ya sobat semua, semua pahlawan termasuk Perjuangan Slamet Riyadi ini peristiwanya bersejarah sekali.

Thursday, November 14, 2019

JATENG GAYENG COFFEE FESTIVAL KONGKOW BERSAMA GANJAR PRANOWO

JATENG GAYENG COFFEE FESTIVAL KONGKOW BERSAMA GANJAR PRANOWO
The Heritage Palace Sukoharjo 




SARAN DAN KRITIK : 

  • Mohon di iklan / banner event diberikan info jelas terkait FREE atau TIDAK nya event tersebut agar untuk kedepannya pengunjung bisa tahu dan tidak kecewa.

Wednesday, November 13, 2019

Pembukaan Pameran Seni Rupa Commoners & The Common Things di Bentara Budaya Solo

Pembukaan Pameran Seni Rupa Commoners & The Common Things di Bentara Budaya Solo 
Rabu, 13 November 2019 Jam 19.30


Seniman yang berpameran: 
Afan Darmansyah, Agus Purwantoro, Aisyah ArRoyan, Amri Faqihudin, Andri Wijaya Kusuma, Anggitya Prasongko, Arif Yulianto, Bang Si Truc, Bayu Ady Pratama, Chairol Imam, Dona Prawita Arissuta, Fifit Indah Jayanti, Fita Fitria, Giri Setiawan, Hario Gembel, Hermawan Tri Prastya, Irena Gayatri Hormi, Ismi Aryati, Jauhari, Jazuli  A. Moenib, Joko Lulut Amboro, Kadinda, Lahir Setya Budi, M Irfan Zhafran, M. Firdaus Faishol, Muhammad Fatih Hermawan, Nooryan Bahari, Novia Nur Kartikasari, Novita Wahyuningsih, Prof. Dr. Clemens Beungkun Seu, Setyo Budi, Syahril Adam Pratama
Trio Makmur (Sigit Purnomo Adi, Mohammad Khizal Mohamed Saat, Ign Tri Marutama)
Tyan Tama Cahya,  Yayan Suherlan

Pembukaan Pameran:
Rabu, 13 November 2019 Pukul 19.30 WIB

Pameran Berlangsung : 
14-20 November 2019 Pukul 09.30-21.30 WIB

Setiap hari, manusia menjalani berbagai aspek kehidupan yang mungkin dapat membuatnya merasa tertekan. Hingga pada akhirnya mereka mencari cara bagaimana dapat berjuang aktif dan kreatif dalam menempatkan pengalaman hidup sehari-hari, menangkap geliatnya, hingga menemukan kedalaman makna dalam setiap kehidupannya. Pernyataan ini juga disetujui oleh pendapat antropolog dan kulturalis (penganut culture studies) bahwa kehidupan sehari-hari adalah arena pergulatan kebudayaan yang sesungguhnya: tindakan dan pemaknaan, di mana manusia adalah agen dari proses “making-meaning“ (pembuat makna) dalam kondisi sulit dan tidak mudah. Misalnya, Bisa melihat bentuk, lembaga, proses penentuan (identifikasi), reproduksi (proses seleksi dan penyebaran kehidupan sehari-hari yang sudah terseleksi), sampai proses pengorganisasiannya. 

Pameran dengan tema “Commoners and The Common Things“ selayaknya digelar demi melampiaskan keinginan untuk menerjemahkan bagaimana manusia menemukan setiap esensi dalam menjalani hidup sehari-hari. Perihal kejelian menangkap teks, makna, dan kemudian dipraktekan ke dalam sebuah karya yang dipamerkan di Bentara Budaya Solo mendatang.

Pameran yang diikuti oleh 25 perupa yang terdiri dari 3 seniman dari luar negri (Thailand, Korea Selatan, Kroasia), 10 dosen, serta 12 mahasiswa aktif Seni Rupa Murni, Fakultas Seni Rupa dan Desain UNS Surakarta  ini dikuratori oleh Prof. Dr. Narsen Afatara, M.S. (UNS) dan Dr. Shamsu Mohammad (USM Malaysia). Pameran bersama telah berjalan beberapa kali hingga akhirnya menjadi agenda tahunan.

Pameran yang terselenggara tanggal 13-22 November 2019 ini, selain dapat meningkatkan kualitas dosen dan mahasiswa dalam mengembangkan seni kontemporer Indonesia, juga bertujuan untuk meningkatkan apresiasi masyarakat dalam melihat seni rupa sebagai bagian dalam kehidupan masyarakat. Kegiatan artist talk dan workshop turut menjadi agenda serangkaian pameran yang diselenggarakan demi membuka pemikiran dan kreatifitas mahasiswa seni rupa maupun masyarakat Solo secara lebih luas.

Klenengan Selasa Legen (Karawitan & Tari) Di bentara Budaya Solo

Klenengan Selasa Legen (Karawitan & Tari) Di bentara Budaya Solo 


KARAWITAN TRIDARMA

Klenengan Selasa Legen Dari Sanggar Seni Tridarma Laweyan, Surakarta
Senin, 11 November 2019 di Bentara Budaya Solo | pukul 19.30 WIB

Sanggar Seni Tridarma, dari Yayasan Tridarma yang bergerak dibidang pendidikan guru ini beralamat di Gang Anggur 3 No 7 Kelurahan Jajar, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta. Yayasan yang didirikan oleh Bp. Samsi Trisnoutomo (alm) pada 11 April 1972, lebih kurang 100 remaja bergabung untuk berlatih menarikan tarian tradisional Jawa. 1976, penyediaan seperangkat gamelan untuk kegiatan ekstrakurikuler memperkaya pilihan bidang pelatihan. 

Pada perkembangannya, aturan pemerintah yang mengharuskan guru memiliki legalitas S1 membuat Yayasan Tridarma tutup buku tahun 1998. Bersyukur, dengan diketuai Aris Pribadi juga atas dukungan dari Suripto Hadimartono dan Wagiyo, gamelan tersebut tetap dapat dimanfaatkan untuk berlatih kesenian karawitan lengkap dengan dipadukan pelatihan pedalangan. Bagi masyarakat umum yang ingin bergabung, dipersilakan datang pada jadwal latihan karawitan rutin pada setiap hari Senin dan Jumat pukul 21.00 WIB di sanggar.

Pada beberapa kesempatan, latihan rutin yang berujung pementasan juga pernah diselenggarakan  baik pada hajatan pernikahan, pementasan wayang kulit, dan siaran radio RRI. Selanjutnya, pementasan akan diselenggarakan di pelataran Bentara Budaya Solo – Balai Soedjatmoko tanggal 11 November 2019. 

Unlimited Excitement The Park Solo Baru

Unlimited Excitement The Park Solo Baru 




Dalam rangka memperingati Anniversary ke-6 The Park Mall Solobaru sepanjang bulan Oktober ini akan hadir beragam kemeriahan yang secara khusus dipersiapkan bagi para pengunjung setia The Park Mall.

Business and Marketing Director The Park Mall, Danny Johannes menjelaskan, di bulan Oktober–November 2019 merupakan bulan yang paling spesial karena anniversary The Park Mall, menyajikan berbagai acara-acara yang meriah dan inovatif.

“Kami ingin para pengunjung merasakan langsung keseruan rangkaian 6th Anniversary Celebration Unlimited Excitement sebagai tanda terima kasih kami kepada para pengunjung yang selalu menjadikan The Park Mall sebagai destinasi belanja favorit bagi keluarga hingga saat ini,” terang Danny.

Berbagai program belanja disajikan, imbuh Danny, antara lain Sweet 6 K, dimana pengunjung dapat menikmati beragam produk di area kuliner Food Crave dengan harga spesial Rp. 6.000. Tak hanya itu, pengunjung juga dapat menikmati beragam diskon khusus yang dihadirkan oleh berbagai tenant The Park Mall selama rangkaian Anniversary The Park Mall mulai tanggal 31 Oktober – 3 November 2019.
“Kita juga akan menghadirkan Teh Botol Sosro Culinary Park dari 30 Oktober – 4 November,” jelasnya.

Dalam gelaran Teh Botol Sosro Culinary Park, akan diramaikan kurang lebih 80 booth kuliner dan foodtruck dengan lebih dari 1000 menu traditional hingga modern. Beberapa kuliner khas Solo juga turut berpartisipasi di event ini antara lain 3 Pot, Phi phi Thai Street, Takopico, Bobbabel, Mitsuramen, Uncle Moy, Kentang Gihan , Sate Kere Yu Rebi, Soto Pak Keman, Penthol Monster, KIMCHI. Tak hanya itu, sebagai rangkaian kegiatan anniversary juga akan digelar Maker Festival, Glamorious fashion jewellery. “Pada pagelaran fashion show kali ini dimeriahkan dengan live music yang akan dibawakan oleh Freedo Aquinaldo, Petrus Mahendra dan Jojo Anito,” tandasnya.

Festival Kuliner Nusantara De Tjolomadoe Karanganyar, 7-10 November 2019

Festival Kuliner Nusantara 
De Tjolomadoe Karanganyar, 7-10 November 2019


Kabupaten Karanganyar berpartisipasi dalam Festival Kuliner Nusantara digelar di De Tjolomadoe Karanganyar, 7-10 November 2019. Diharapkan dari festival ini mampu mengangkat potensi kuliner dan olahan dari UMKM di Kabupaten Karanganyar.

Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) menyelenggarakan Festival Kuliner Nusantara. Kegiatan ini berlangsung 7-20 November 2019. Dalam festival ini menampilkan display kuliner dan makanan khas daerah, food bazar, cooking competition, art performance, dan stand pameran berbagai kabupaten dari seluruh wilayah di tanah air. Beragam kuliner atau produk olahan makanan unggulan khas Karanganyar seperti sate kelinci, juga aneka produk kerajinan dari sejumlah UMKM di Karanganyar ditampilkan dalam event tersebut.

Sinergi Event sudah menyiapkan untuk sobat semua, Festival Kuliner Nusantara 2019 di De Tjolomadoe, Karanganyar mulai dari 7 November 2019 hingga 10 November 2019. Sobat bisa menikmati Display beragam Kuliner dan Makanan Khas Daerah. Dan jelajah kuliner favorit sobat semua di Food Bazar. Selain itu ada juga Cooking Competition dan Art Performance. Semakin seru sobat juga bisa gabung ikutan berbagai lomba mulai dari Lomba Cipta Menu, Lomba Makan Sate – Timus, Lomba Minum Cendol Dawet dan Lomba Karaoke Ambyar. Satu lagi lomba yang keren, sobat ikutan Food Photography Contest.

Sunday, November 10, 2019

B.J. Habibie: Kisah, Perjuangan & Inspirasi (Weda S. Atma)

B.J. Habibie: Kisah, Perjuangan & Inspirasi
Weda S. Atma

Hasil gambar untuk B.J. Habibie: Kisah, Perjuangan & Inspirasi.

Kesan pertama saat mengunjungi BOOK FAIR di SOLO PARAGON MALL adalah berkeliling melihat-lihat dan mata saya langsung tertuju pada buku yang sampulnya adalah tokoh idola saya yaitu Bapak B.J. Habibie.

Tanpa berpikir panjang saya langsung mendekati dan mengambil buku tersebut karena saya penasaran pada isi buku tersebut bercerita mengenai apa saja tentang Pak Habibie. 

Ternyata isinya adalah KISAH, PERJUANGAN & INSPIRASI dari seorang B.J. Habibie. Karena beliau adalah idola saya maka saya sangat penasaran dengan kisah beliau dan kecerdasan beliau.

Review buku tersebut bisa dilihat di Review Buku "Kisah, Perjuangan & Inspirasi B. J. Habibie"  

KISAH INSPIRATIF BJ. HABIBIE

BIOGRAFI B.J. HABIBIE

Presiden ketiga Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie lahir di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni 1936. Beliau merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan RA. Tuti Marini Puspowardojo. Habibie yang menikah dengan Hasri Ainun Habibie pada tanggal 12 Mei 1962 ini dikaruniai dua orang putra yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal.

Masa kecil Habibie dilalui bersama saudara-saudaranya di Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Sifat tegas berpegang pada prinsip telah ditunjukkan Habibie sejak kanak-kanak. Habibie yang punya kegemaran menunggang kuda ini, harus kehilangan bapaknya yang meninggal dunia pada 3 September 1950 karena terkena serangan jantung. Tak lama setelah bapaknya meninggal, Habibie pindah ke Bandung untuk menuntut ilmu di Gouvernments Middlebare School. Di SMA, beliau mulai tampak menonjol prestasinya, terutama dalam pelajaran-pelajaran eksakta. Habibie menjadi sosok favorit di sekolahnya.

Setelah tamat SMA di bandung tahun 1954, beliau masuk Universitas Indonesia di Bandung (Sekarang ITB). Beliau mendapat gelar Diploma dari Technische Hochschule, Jerman tahun 1960 yang kemudian mendapatkan gekar Doktor dari tempat yang sama tahun 1965. Habibie menikah tahun 1962, dan dikaruniai dua orang anak. Tahun 1967, menjadi Profesor kehormatan (Guru Besar) pada Institut Teknologi Bandung.

Langkah-langkah Habibie banyak dikagumi, penuh kontroversi, banyak pengagum namun tak sedikit pula yang tak sependapat dengannya. Setiap kali, peraih penghargaan bergengsi Theodore van Karman Award, itu kembali dari “habitat”-nya Jerman, beliau selalu menjadi berita. Habibie hanya setahun kuliah di ITB Bandung, 10 tahun kuliah hingga meraih gelar doktor konstruksi pesawat terbang di Jerman dengan predikat Summa Cum laude.
Lalu bekerja di industri pesawat terbang terkemuka MBB Gmbh Jerman, sebelum memenuhi panggilan Presiden Soeharto untuk kembali ke Indonesia.

Di Indonesia, Habibie 20 tahun menjabat Menteri Negara Ristek/Kepala BPPT, memimpin 10 perusahaan BUMN Industri Strategis, dipilih MPR menjadi Wakil Presiden RI, dan disumpah oleh Ketua Mahkamah Agung menjadi Presiden RI menggantikan Soeharto. Soeharto menyerahkan jabatan presiden itu kepada Habibie berdasarkan Pasal 8 UUD 1945. Sampai akhirnya Habibie dipaksa pula lengser akibat refrendum Timor Timur yang memilih merdeka. Pidato Pertanggungjawabannya ditolak MPR RI. Beliau pun kembali menjadi warga negara biasa, kembali pula hijrah bermukim ke Jerman.

Sebagian Karya beliau dalam menghitung dan mendesain beberapa proyek pembuatan pesawat terbang :

* VTOL ( Vertical Take Off & Landing ) Pesawat Angkut DO-31.
* Pesawat Angkut Militer TRANSALL C-130.
* Hansa Jet 320 ( Pesawat Eksekutif ).
* Airbus A-300 ( untuk 300 penumpang )
* CN - 235
* N-250
* dan secara tidak langsung turut berpartisipasi dalam menghitung dan mendesain:
· Helikopter BO-105.
· Multi Role Combat Aircraft (MRCA).
· Beberapa proyek rudal dan satelit.

Sebagian Tanda Jasa/Kehormatannya :

* 1976 - 1998 Direktur Utama PT. Industri Pesawat Terbang Nusantara/ IPTN.
* 1978 - 1998 Menteri Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia.
* Ketua Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi / BPPT
* 1978 - 1998 Direktur Utama PT. PAL Indonesia (Persero).
* 1978 - 1998 Ketua Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam/ Opdip Batam.
* 1980 - 1998 Ketua Tim Pengembangan Industri Pertahanan Keamanan (Keppres No. 40, 1980)
* 1983 - 1998 Direktur Utama, PT Pindad (Persero).
* 1988 - 1998 Wakil Ketua Dewan Pembina Industri Strategis.
* 1989 - 1998 Ketua Badan Pengelola Industri Strategis/ BPIS.
* 1990 - 1998 Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-lndonesia/lCMI.
* 1993 Koordinator Presidium Harian, Dewan Pembina Golkar.
* 10 Maret - 20 Mei 1998 Wakil Presiden Republik Indonesia
* 21 Mei 1998 - Oktober 1999 Presiden Republik Indonesia

MASA KECIL B.J.HABIBIE

Dimasa kecil, Habibie telah menunjukkan kecerdasan dan semangat tinggi pada ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya Fisika. Selama enam bulan, ia kuliah di Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung(ITB), dan dilanjutkan ke Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule – Jerman pada 1955. Dengan dibiayai oleh ibunya,  R.A. Tuti Marini Puspowardoyo, Habibie muda menghabiskan 10 tahun untuk menyelesaikan studi S-1 hingga S-3 di Aachen-Jerman.

Berbeda dengan rata-rata mahasiswa Indonesia yang mendapat beasiswa di luar negeri, kuliah Habibie (terutama S-1 dan S-2) dibiayai langsung oleh Ibunya yang melakukan usaha catering dan indekost di Bandung setelah ditinggal pergi suaminya (ayah Habibie). Habibie mengeluti bidang Desain dan Konstruksi Pesawat di Fakultas Teknik Mesin. Selama lima tahun studi di Jerman akhirnya Habibie memperoleh gelar Dilpom-Ingenenieur atau diploma teknik (catatan : diploma teknik di Jerman umumnya disetarakan dengan gelar Master/S2 di negara lain) dengan predikat summa cum laude.
Pak Habibie melanjutkan program doktoral setelah menikahi teman SMA-nya, Ibu Hasri Ainun Besari pada tahun 1962. Bersama dengan istrinya tinggal di Jerman, Habibie harus bekerja untuk membiayai biaya kuliah sekaligus biaya rumah tangganya. Habibie mendalami bidang Desain dan Konstruksi Pesawat Terbang. Tahun 1965, Habibie menyelesaikan studi S-3 nya dan mendapat gelar Doktor Ingenieur (Doktor Teknik) dengan  indeks prestasi summa cum laude.
Karir di Industri

Selama menjadi mahasiswa tingkat doktoral, BJ Habibie sudah mulai bekerja untuk menghidupi keluarganya dan biaya studinya. Setelah lulus, BJ Habibie bekerja di Messerschmitt-Bölkow-Blohm  atau MBB Hamburg (1965-1969 sebagai Kepala Penelitian dan Pengembangan pada Analisis Struktrur Pesawat Terbang, dan kemudian menjabat Kepala Divisi Metode dan Teknologi pada industri pesawat terbang komersial dan militer di MBB (1969-1973). Atas kinerja dan kebriliannya, 4 tahun kemudian, ia dipercaya sebagai Vice President sekaligus Direktur Teknologi di MBB periode 1973-1978 serta menjadi Penasihast Senior bidang teknologi untuk Dewan Direktur MBB (1978 ). Dialah menjadi satu-satunya orang Asia yang berhasil menduduki jabatan nomor dua di perusahaan pesawat terbang Jerman ini.

Sebelum memasuki usia 40 tahun, karir Habibie sudah sangat cemerlang, terutama dalam desain dan konstruksi pesawat terbang. Habibie menjadi “permata” di negeri Jerman dan iapun mendapat “kedudukan terhormat”, baik secara materi maupun intelektualitas oleh orang Jerman. Selama bekerja di MBB Jerman, Habibie menyumbang berbagai hasil penelitian dan sejumlah teori untuk ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang Thermodinamika, Konstruksi dan Aerodinamika. Beberapa rumusan teorinya dikenal dalam dunia pesawat terbang seperti “Habibie Factor“, “Habibie Theorem” dan “Habibie Method“.


YANG DIHASILKAN KARIR/KARYA B.J.HABIBIE

Habibie pernah bekerja di Messerschmitt-Bölkow-Blohm, sebuah perusahaan penerbangan yang berpusat di Hamburg, Jerman, sehingga mencapai puncak karier sebagai seorang wakil presiden bidang teknologi. Pada tahun 1973, ia kembali ke Indonesia atas permintaan mantan presiden Suharto.

Ia kemudian menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi sejak tahun 1978 sampai Maret 1998. Sebelum menjabat Presiden (21 Mei 1998 - 20 Oktober 1999), B.J. Habibie adalah Wakil Presiden (14 Maret 1998 - 21 Mei 1998) dalam Kabinet Pembangunan VII di bawah Presiden Soeharto.
Ia diangkat menjadi ketua umum ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia), pada masa jabatannya sebagai menteri.

Karya Habibie

§  Proceedings of the International Symposium on Aeronautical Science and Technology of Indonesia / B. J. Habibie; B. Laschka [Editors]. Indonesian Aeronautical and Astronautical Institute; Deutsche Gesellschaft für Luft- und Raumfahrt 1986
§  Eine Berechnungsmethode zum Voraussagen des Fortschritts von Rissen unter beliebigen Belastungen und Vergleiche mit entsprechenden Versuchsergebnissen, Presentasi pada Simposium DGLR di Baden-Baden,11-13 Oktober 1971
§  Beitrag zur Temperaturbeanspruchung der orthotropen Kragscheibe, Disertasi di RWTH Aachen, 1965
§  Sophisticated technologies : taking root in developing countries, International journal of technology management : IJTM. - Geneva-Aeroport : Inderscience Enterprises Ltd, 1990
§  Einführung in die finite Elementen Methode,Teil 1, Hamburger Flugzeugbau GmbH, 1968
§  Entwicklung eines Verfahrens zur Bestimmung des Rißfortschritts in Schalenstrukturen, Hamburger Flugzeugbau GmbH, Messerschmitt-Bölkow-Blohm GmbH, 1970
§  Entwicklung eines Berechnungsverfahrens zur Bestimmung der Rißfortschrittsgeschwindigkeit an Schalenstrukturen aus A1-Legierungen und Titanium, Hamburger Flugzeugbau GmbH, Messerschmitt-Bölkow-Blohm GmbH, 1969
§  Detik-detik Yang Menentukan - Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi, 2006 (memoir mengenai peristiwa tahun 1998)
§  Habibie dan Ainun, The Habibie Center Mandiri, 2009 (memoir tentang Ainun Habibie)

HIKMAH YANG DAPAT DI AMBIL DARI TOKOH B.J.HABIBIE

      Bagi orang-orang sangatlah “wajar” seorang Habibie memiliki kecerdasan yang luar biasa. Berasal dari daerah yang berbukit – bukit sampai bergunung lebih dari 40% itu saja sudah menempa Habibie kecil lebih tegar dan kerja keras. Kalau kita perhatikan di Siroh Nabawiyah (sejarah nabi) kenapa pula Rasulullah Muhammad SAW yang terlahir di daerah tandus dan gersang tapi malah mengembala kambing. Tentu ada hikmah besar di situ. Pun demikian, Habibi yang terlahir di daerah perbukitan bahkan bergunung. Tentu dibutuhkan fisik prima, kerja keras, ulet dan pantang menyerah. Nilai pengajaran itulah yang sudah diterima Habibie kecil dan tentu sedikit banyak berpengaruh terhadap perjalanan hidupnya sekarang.

Konon BJ. Habibie selama menempuh pendidikan, mulai dari SD – SLTA tidak pernah rangking tiga. Selalu rangking satu, atau turun satu tangga di rangking dua. Saya jadi teringat waktu kecil dulu, ibu dan bapak saya selalu menyemangati untuk bisa menjadi pintar dan selalu mencontohkan biar kayak habibie. Atas kecerdasannya itulah yang mengantarkan Habibie kuliah dengan predikat Summa Cum Laude

Setelah bertahun – tahun kuliah di Jerman dengan berbagai prestasinya, BJ Habibie kembali ke tanah air atas undangan Presiden Soeharto. Dan langsung dipercaya memimpin Divisi Advanced Technology Pertamina yang merupakan cikal bakal BPPT (1974-1978), Penasehat Pemerintah RI di Bidang Pengembangan Teknologi dan Pesawat Terbang yang bertanggungjawab langsung kepada Presiden Soeharto (1974-1978).

Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, BJ. Habibie dengan empat program alih teknologi (salah satunya memproduksi pesawat asli Indonesia “Gatutkaca”) sangat dimanjakan dengan aliran subsidi dari Pemerintah yang sangat besar melalui IPTN – Industri Pesawat Terbang Nasional besutan BJ. Habibie.

Sayang, pada masa reformasi empat program alih teknologi tersebut kandas ditengah jalan oleh karena IMF memasukan klausul dalam LOI-nya bahwa Pemerintah Indonesia dilarang memberikan subsidi kepada IPTN.

Ketika menjabat sebagai Presiden RI menggantikan Presiden Soeharto, walaupun cuma memimpin 518 hari, menurut saya banyak prestasi telah diraihnya. Selama menjabat Presiden tiada hari yang berdemo, tapi beliau memimpin dengan santun. Beliau telah berhasil memimpin Indonesia pada masa transisi itu tanpa gejolak kepemimpinan yang mengerikan dan berlangsung lama. Setelah masa kepemimpinan beliaulah lahir pemilu 1999 yang pertama langsung, jujur, diikuti banyak parpol dan tanpa intimidasi. Dan hasilnya sudah kita ketahui bersama. Walaupun diprotes keras memberikan opsi otonomi luas yang pada akhirnya lepaslah Timtim dari pelukan ibu pertiwi, tapi beliau keukeuh pada pendiriannya. Menurut saya pribadipun wajar saja beliau melepas Timtim, dengan salah satu pertimbangannya ekonomi maka siapapun Presidennya akan berpikiran sama. Kita tidak bisa membayangkan berapa Rupiah yang mengalir dari Pemerintah Pusat ke Timtim baik yang berbentuk DAK, DAU. Mungkin akan berbeda jika ternyata SDA di Timtim bisa memberikan kontribusi ke Pemerintah Pusat baik berbentuk bagi hasil atau apapun namanya karena kemampuan SDMnya. Tapi kenyataannya tidaklah demikian. 

Seri KISAH, PERJUANGAN & INSPIRASI ini diterbitkan sebagai upaya untuk menyebarkan semangat dan optimisme, seperti semangat belajar, berbisnis, meniti karir, menaklukan tantangan, dan sebagainya. Harapannya, dapat terbentuk generasi yang optimis, penuh semangat, dan pantang menyerah. Dimulai dari membangun diri sendiri, kelluarga, dan akhirnya bangsa dan negara. Semangat untuk Indonesia.

Penyusun : Punto Ali Fahmi
Penerbit : Checklist

Rekomendasi Aplikasi Penghasil Cuan :D Dirumah saja tetap Dapet Duit !!!

Hallo Bosskyuuh semua. Perkenalkan aku Patrick Ananta berasal dari Jawa Tengah. Aku sudah lama sekali dirumahkan dikarenakan covid19 sehingg...